madalkatiri:

 
#365Indonesia. #Hari17. Adorable creature: Mina dan anaknya, Bukit Lawang - Sumatera Utara.
PS. Please help us to #SaveOrangUtans!
#365Indonesia adalah project pribadi dimana gue akan posting 1 foto keindahan nusantara setiap harinya selama 1 tahun penuh mulai 28 Oktober 2011 hingga 27 Oktober 2012. Akan ada total 365 foto yang ngasih tau lo semua bahwa Indonesia ini memiliki keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa.

Dari twitter dia - @madalkatiri :
“Gue berusaha menanamkan pikiran bahwa mereka, pelaku kejahatan nature, melakukan itu karena engga tau apa yg mereka lakukan. Misalnya nih, kasus pembunuhan Orang Utan. Yaiyalah banyak, wong masyarakatnya itu dijanjiin sampai 1juta/OrangUtan. Masyarakat desa kan akan menganggap ini sbg penghasilan yang luar biasa. 1juta per kepala orang utan. Terus gimana dong? Yang bisa (dan sedang berusaha) dilakukan adalah memberikan informasi kpd masyarakat bahwa membunuh orangutan, adalah tindak pidana. Bikin poster gede2, tulis dengan jelas membunuh orang utan ad pidana dan diancam penjara 5 tahun dan denda maks 100juta. Poster2 itu tempelin di desa-desa. Biar bisa dibaca. Kejelasan informasi ini kemudian disusul dengan ketegasan peraturan.”

madalkatiri:

#365Indonesia. #Hari17. Adorable creature: Mina dan anaknya, Bukit Lawang - Sumatera Utara.

PS. Please help us to #SaveOrangUtans!

#365Indonesia adalah project pribadi dimana gue akan posting 1 foto keindahan nusantara setiap harinya selama 1 tahun penuh mulai 28 Oktober 2011 hingga 27 Oktober 2012. Akan ada total 365 foto yang ngasih tau lo semua bahwa Indonesia ini memiliki keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa.

Dari twitter dia - @madalkatiri :

Gue berusaha menanamkan pikiran bahwa mereka, pelaku kejahatan nature, melakukan itu karena engga tau apa yg mereka lakukan. Misalnya nih, kasus pembunuhan Orang Utan. Yaiyalah banyak, wong masyarakatnya itu dijanjiin sampai 1juta/OrangUtan. Masyarakat desa kan akan menganggap ini sbg penghasilan yang luar biasa. 1juta per kepala orang utan. Terus gimana dong? Yang bisa (dan sedang berusaha) dilakukan adalah memberikan informasi kpd masyarakat bahwa membunuh orangutan, adalah tindak pidana. Bikin poster gede2, tulis dengan jelas membunuh orang utan ad pidana dan diancam penjara 5 tahun dan denda maks 100juta. Poster2 itu tempelin di desa-desa. Biar bisa dibaca. Kejelasan informasi ini kemudian disusul dengan ketegasan peraturan.”

my text: When smoke, really gets in your eyes.
Smoke Gets In Your Eyes - an Ever Green Song i like. Wanna know what song it is? Well, I found a great video from You-Tube. Check it out here, guys..
Great photograph, Gredinov.. :)

my text: When smoke, really gets in your eyes.

Smoke Gets In Your Eyes - an Ever Green Song i like. Wanna know what song it is? Well, I found a great video from You-Tube. Check it out here, guys..

Great photograph, Gredinov.. :)

(Source: raisingstar)

Membaca “Seharusnya Kau Tau Arti Sepi”

Ini sebuah klip-video dari seorang teman bernama fuckbook, Tokoh Antagonist. Judulnya seperti tanda kutip di judul tulisan ini, oleh Ballerina’s Killer. Silakan cek di yutup ini.

Liriknya sendiri saya tidak begitu menyimak, karena visual saya di sini yang tersentuh, tersentuh dengan sensasi “sepi yang menusuk” dari tampilan si vokalis.

Sepi dalam klip-video ini, menurut saya selaku penonton, sebenarnya menjadi kata sifat karena menjadi perwujudan suatu bentuk perasaan. Sepi ini, saya katakan menusuk tetapi justru saya tidak menaruh simpati terhadap lirik lagu ini, karena si vokalis tampak sibuk menuntut - dapat dikenali dari penggalan lirik “seharusnya kau tahu”.

Menusuk apa, menusuk siapa? Siapa menusuk siapa? Mengapa, bisa sampai tertelan sepi yang begitu tajam seperti itu?

Tulisan ini adalah respon kesukaan saya terhadap klip-video tersebut, klip-video keren yang gak asal bikin tentu saja. Namun, sekaligus, respon saya terhadap ketidaksukaan saya pada bagian “seharusnya kau tahu” - ketidaksukaan tuntutan si vokalis dengan bagian lirik tersebut. Ralat, vokalis hanya menyanyikan, berarti saya perlu mengajukan keberatan terhadap si penulis lirik lagunya.

Perasaan, sebenarnya dapat diakali dengan mengubah pikiran kita. Ini pendapat saya untuk melawan liriknya, dan menjelaskan ketidaksukaan tersebut. Mengapa perlu merengek dan mempertanyakan apalagi dengan sebuah paksaan, dengan kehadiran kata “seharusnya”.

Sebagai sebuah himbauan, saya menyatakan bahwa, bagian menarik yang perlu dipelajari adalah: bagaimana membuat klip-video yang beres, yang gak asal jadi asal keren - tetapi sesuai dengan lagunya.

Selamat menikmati, pemirso ;))

Zero Stupido: Tentang Kapitalisme

lolakaban:

Gw ga pernah tahu apakah ini baru dipikirkan oleh pacar gw saja, atau sudah ada yang lebih dulu menyadari ini. Kayaknya sih sudah ada, ya.. Tapi yaudah lah, karena gw baru dengar hal ini dari bang eko, jadi gw akan berasumsi bahwa baru bang eko lah orang yang menyatakan bahwa kapitalisme adalah…

52hearts:

jonathn:

lol’d.

This is pretty, but why does IE’s face look like a fish to me? hahaha. Maybe that was purposeful..
agree with you Jonathn - LOL..

52hearts:

jonathn:

lol’d.

This is pretty, but why does IE’s face look like a fish to me? hahaha. Maybe that was purposeful..

agree with you Jonathn - LOL..

(via 52hearts)

Petikan “Anekdot Filsafat” untuk Indonesia

Petikan di bawah ini disarikan dari judul, Animal Syimbolicum 2 - di halaman 27 kitap, “Si Buta dari Gua Plato dan 99 anekdot filsafat lainnya” terbitan Kanisius.

Bermula dari kisah seekor mahasiwa yg keracunan “animal symbolicum”/makhluk simbolik (manusia menurut si filsuf Cassirer) Mahasiswa ini sedang marah-marah, di Animal Syimbolicum 1 dan lantas meneruskan marah-marahnya kepada negara dg Studi Kasus pancasila.

“Ketuhanan Yang Maha Esa simbolnya bintang. Tuhan kita ini memangnya bir atau hotel. Kemanusiaan disimbolkan dg rantai. Pantas saja kemanusiaan di Negeri ini dirantai terus. Persatuan mengambil simbol pohon beringin…Dalam tradisi Jawa, pohon beringin adalah tempat angker…tidak hanya ingin menyatukan manusia manusia Indonesia, tetapi sekaligus makhluk halusnya.”

Sayang sekali, tidak diteruskan dengan sila 4 dan 5. Mungkin saya menambahkan dari versi saya sendiri. Sial, ternyata saya lupa sila 4 apa simbolnya. Googling deh, hahaha.. Sila lima saya ingat, padi dan kapas.

Rupanya sila 4 adalah Kepala Banteng. Banteng. Matador. Dan ini rujukan saya untuk Tafsir Simbol pada sila 4 tersebut.

Dari artikel, Mengapa Banteng Membenci Warna Merah. Pantas saja di negara ini penuh kerusuhan, baru ada yang melambaikan sesuatu mudah naik pitam. Bukannya mengaku kalau buta-warna atau jangan-jangan buta aksara sampai tidak tahu bahwa ada penyakit genetik berupa Buta Warna.

Lantas sila 5 si Padi Kapas ini. Gara-gara ingin Ilmu Padi yang makin berisi makin merunduk, negara ini jadinya gemar merunduk - dan memungkinkan untuk dijajah. Sikap legowo. Disandingkan dengan kapas. “Tanaman Kapas merupakan salah satu komoditi tanaman penghasil serat.Tanaman ini termasuk pada Budidaya Tanaman Semusim” - diambil dari salah satu bagian galeri foto Departemen Pertanian. Memangnya negara hidup hanya semusim? Yang bener aja dong..

Nah, si mahasiswa menyambung marah-marahnya ke bendera.

Ini dia kutipan menariknya dari marah-marah sang mahasiswa.

“Apa beda warna merah di bendera dan jalan raya? Oh begitu, mahasiswa kita mendapat pencerahan. Masuk akal kenapa bangsa kita tidak maju-maju. Bendera kita itu artinya berhenti. Jangan melaju. Merah berhenti. Kiri jalan terus.”

Bagaimana menurutmu?

madalkatiri:

Merah Putih di bawah laut Tulamben. Jadi kemarin tiba-tiba muncul keinginan buat mau ngibarin #MerahPutih dibawah laut dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-66. Akhirnya mengontak beberapa teman di Bali dan Lombok dan mengajak mereka untuk merealisasikan ini, eh mereka mau! Akhirnya Tulamben, menjadi pilihan :)

Apakah saya narsis? Bisa jadi. Dalam beberapa hal, saya membanggakan diri. Namun, di sisi lain, saya bisa mengalami minder akut.
Oke, apa korelasi narsisme & gambar ini? Ya, menurut si Klout saya ini termasuk “Specialist” - ntah apa maksudnya, saya menyebut diri: Social Media Figure, ya tentu saja saya hanya salah satunya.
Masih belum terjawab, apa korelasinya? Menurut saya, dengan ketenaran ini saya bisa lebih didengarkan. Tentu, ketenaran yang saya harapkan bukan sekedar seperti Sinetron / Infoteinmen - ketenaran hanya karena kerusuhan sesaat. Jika suara saya bisa lebih didengar, dan bisa konsisten mempertahankan suara saya, saya sungguh berharap saya bisa ikut menyuarakan suara-suara yang tak terdengar. Aha, terdengar relijius nih jadinya. Hahaha!
Cukup lah sampai di sini penjelasan gambar di atas.
Jika senang, silakan re-blog. Sudah menyimak tulisan ini pun, saya sudah berterimakasih. Terima kasih, turut mendengar sesuatu di Dunia Onlen yang Maha Luas *nyengir*
Sampai jumpa syalala ;)

Apakah saya narsis? Bisa jadi. Dalam beberapa hal, saya membanggakan diri. Namun, di sisi lain, saya bisa mengalami minder akut.

Oke, apa korelasi narsisme & gambar ini? Ya, menurut si Klout saya ini termasuk “Specialist” - ntah apa maksudnya, saya menyebut diri: Social Media Figure, ya tentu saja saya hanya salah satunya.

Masih belum terjawab, apa korelasinya? Menurut saya, dengan ketenaran ini saya bisa lebih didengarkan. Tentu, ketenaran yang saya harapkan bukan sekedar seperti Sinetron / Infoteinmen - ketenaran hanya karena kerusuhan sesaat. Jika suara saya bisa lebih didengar, dan bisa konsisten mempertahankan suara saya, saya sungguh berharap saya bisa ikut menyuarakan suara-suara yang tak terdengar. Aha, terdengar relijius nih jadinya. Hahaha!

Cukup lah sampai di sini penjelasan gambar di atas.

Jika senang, silakan re-blog. Sudah menyimak tulisan ini pun, saya sudah berterimakasih. Terima kasih, turut mendengar sesuatu di Dunia Onlen yang Maha Luas *nyengir*

Sampai jumpa syalala ;)

Daus Gonia || Cacatan Pribadi: Cacatan blog dan twitter!!

dausgonia:

Banyak yang berubah beberapa tahun belakangan ini, saya sendiri ataupun lingkungan. Ya wajarlah berubah, power ranger dan ksatria baja hitam aja berubah (apeu). Jadi power ranger itu berubah kalo sudah ada tanda-tanda…. eh apalah ini jadi malah ngebahas power ranger.

Fenomena twitter, ini entah…

Who’d Have Known (lyrics) - sung by: Lily Allen

Taken from here ;)

It’s five o’clock in the morning
Conversation got boring
You said you’d go into bed soon
So I snuck off to your bedroom

And I thought I’d just wait there
Until I heard you come up the stairs
And I pretended I was sleeping
And I was hoping you would creep in with me

You put your arm around my shoulder
And it was as if the room got colder
And we moved closer in together
Started talking about the weather

You said tomorrow would be fun
We could watch a place in the sun
I didn’t know where this was going
When you kissed me


Are you mine?
Are you mine?
Cause I stay here all the time
Watching tele, drinking wine.
Who’d have known?
Who’d have known?
When you flash up on my phone
I no longer feel alone
No longer feel alone

I haven’t left here for days now
And I’m becoming amazed how
You’re quite
Affectionate in public
in fact your friend said it made her feel sick
And even though it’s moving forward
There’s just the right amount of awkward
And yesterday you accidentally
Called me baby

Are you mine?
Are you mine?
Cause I stay here all the time
Watching tele, drinking wine
Who’d have known?
Who’d have known?
When you’d flash up on my phone
I’d no longer feel alone

Let’s just stay
Let’s just stay
I wanna lay in bed all day
We’ll be laughing all the way
told your friends they all know
We exist but we’re takin’ it slow
Now let’s just see how we go
Now let’s see how we go

Let’s just stay
Let’s just stay
I wanna lay in bed all day
we’ll be laughing all the way
You told your friends they all know
We exist but we’re takin’ it slow
And let’s just see how we go
Let’s see how we go

conversation got boring..| then i don’t feel alone… (what is the tittle and the whole lyric? gosh, i’m drunk with the lyric ~ LOL)

(Source: bitchville)

aftercooking:

“In wine there is wisdom, in beer there is strength, in water there is bacteria”

— David Auerbach

thank you, danke, Auerbach. hence beer and wine are a good couple *love it*

arreter:

Forest (by karikoo)

how long will we have our forests? deforestation due to politic interest & industry decreases the areal of forest.

arreter:

Forest (by karikoo)

how long will we have our forests? deforestation due to politic interest & industry decreases the areal of forest.

(via ponies666)