Membaca “Seharusnya Kau Tau Arti Sepi”
Ini sebuah klip-video dari seorang teman bernama fuckbook, Tokoh Antagonist. Judulnya seperti tanda kutip di judul tulisan ini, oleh Ballerina’s Killer. Silakan cek di yutup ini.
Liriknya sendiri saya tidak begitu menyimak, karena visual saya di sini yang tersentuh, tersentuh dengan sensasi “sepi yang menusuk” dari tampilan si vokalis.
Sepi dalam klip-video ini, menurut saya selaku penonton, sebenarnya menjadi kata sifat karena menjadi perwujudan suatu bentuk perasaan. Sepi ini, saya katakan menusuk tetapi justru saya tidak menaruh simpati terhadap lirik lagu ini, karena si vokalis tampak sibuk menuntut - dapat dikenali dari penggalan lirik “seharusnya kau tahu”.
Menusuk apa, menusuk siapa? Siapa menusuk siapa? Mengapa, bisa sampai tertelan sepi yang begitu tajam seperti itu?
Tulisan ini adalah respon kesukaan saya terhadap klip-video tersebut, klip-video keren yang gak asal bikin tentu saja. Namun, sekaligus, respon saya terhadap ketidaksukaan saya pada bagian “seharusnya kau tahu” - ketidaksukaan tuntutan si vokalis dengan bagian lirik tersebut. Ralat, vokalis hanya menyanyikan, berarti saya perlu mengajukan keberatan terhadap si penulis lirik lagunya.
Perasaan, sebenarnya dapat diakali dengan mengubah pikiran kita. Ini pendapat saya untuk melawan liriknya, dan menjelaskan ketidaksukaan tersebut. Mengapa perlu merengek dan mempertanyakan apalagi dengan sebuah paksaan, dengan kehadiran kata “seharusnya”.
Sebagai sebuah himbauan, saya menyatakan bahwa, bagian menarik yang perlu dipelajari adalah: bagaimana membuat klip-video yang beres, yang gak asal jadi asal keren - tetapi sesuai dengan lagunya.
Selamat menikmati, pemirso ;))